•May 15, 2012 •
Leave a Comment
tanah tempat lahir
tempatku lahirkan aku…
pada diriku yang lalu…
dimana selalu dihilangkankan…
sampai beberapa kali ku..
karena laknatku….
kembali lahir dahulu…
kembali lahir selalu….
menuju pengabdian tanpa akhir…
pada ibu….
tersyair…
mereka biarkan….
aku tak akan tersiarkan…
tanpa terlupaku….
gwar…
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi ibu, puisi religius, puisi spiritual
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
kemarahan demi kemarahan,
telah ia jalani terhadap kemunafikan dunia…
kepenatan demi kepenatan,
telah ia jelajahi dari pantulan dunia…
terjatuh tersungkur pada malunya ia…
bahwa ketermaknaan cerita yang secara,
umum ada,
telah buat ia pada kenaifannya…
jatuh di lubang terdalam pada got-got penuh noda…
kain yang bersih pun lusuh dan kotor…
termakan jijiknya air comberan raga…
terpasung pada kesalahan yang terbenar…
lalu apatah dia?
tangannya menggapai gapai suatu dasar…
mencari pinggiran-pinggiran got…
dengan tenaga yang tersisa…
gapaian itu mencapai,
daerah terpinggir, paling pinggir…
sreeet….
sebuah tangan menggegamnya dan mengangkatnya…
gwar…2008
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi alam, puisi dunia, puisi religius, puisi spiritual
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
pada jejak-jejak kita wahai kawan..
tersingsingkan rangkaian-rangkaian kedigjayaan..
mengenalkan diri pada dosa-dosa berkehidupan..
jalani dengan kesungguhan hati..
pada kesesatan-kesesatan kesekian..
bahwa arti Nya ada disana..
dalam kelayakan pergaulan insan..
di suatu waktu karma akan menjadi syakuntala..
pembelajaran bahwa kesesatan adalah.
suatu jalan diri resapi suatu arti..
pada nyata kesekian maha murni….
dan keberakhiran mu akan,,,
menapakkan jejak -jejak..
bahwa diri adalah makna hakiki..
yang dekatkan artimu..
pada Khaliq semata..
bahwa
Ia ada disetiap mu..
lindungi, sirami, mahakam khalikan satya budi..
dari diri suatu mu kahawan,.
gwar 18 03 09
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi mahrifat, puisi religius, puisi sempurna, puisi spiritual
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
lihatlah apa kau pernah…
melihat bunga mekar…
dan ia pun gugur agar sang buah..
dapat berbiji segar…
menjadikan ia pohon sekali lagi kahawan..
“maka pengorbananmu adalah keajaiban..”
dan jika suatu waktu ada sekian…
kali burung kecil terjatuh..
maka ia akan kembali berusahakan..
terbangnya…
“bahwa keajaiban kau kembali bangkit..”
jika suatu waktu air turun menjadi kan ia…
sungai dalam keseharian…
maka ia kembali ke lautan abadi…
melewati batu- batu terjal…
“kehidupan keajaiban itu menjadi kembali menjadi itu semula”
salam keabadian..
gwar..20 3 2009
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi kemanusiaan, puisi religius, puisi spiritual
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
Jalani hidup yang penuh kefanaan..
dimana manusia memakan segalanya…
bagaikan bangkai-bangkai menerawang asa..
akan hadirnya penyelamatan rahsya…
terkekang dogma-dogma..
menyelimuti diri dengan kedahagaan nurani…
sebagaimana hati yang nihil akan diri…
kekosongan keyakinan yang moksa…
dimana sebuah jalan..
jika Aku menyapa Dia…
yang menerobos sukma…
pada waktu-waktu kesekian…
bagai tersiram air seribu bunga…
wangi semerbak…
hasilkannya …
tanpa sesak…
bahwa aku ada sebagai…
abdiNya..
gwar..2009
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi bakti, puisi kemanusiaan, puisi religius, puisi spiritual, puisi tuhan
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
menunduk bersama diri…
menikmati segala dunia…
bahwa ia adalah salah diri…
yang telah turun kembali..
menjalani kehinaan pada atma…
kau turun menjadi suatu syahgalanya…
bahwa kau adalah suci..
menjadikan dirimu makna…
pada secuil cerita raga…
jika tiada rasa dalam penatku…
maka moksahku hilangkan ku..
menuju suatu kematianku…
bahwa tiada aku rasa hidupku,,,
kembali tundukkan diri…
tiada lagi kucari…
hanya bijaki diri…
dari kebodohan yang meragu…
aku sebagai aku yang lugu…
menapaki kedurjanaanku di kehidupan lalu…
kepasrahan mencari arti…
sebagai abdi…
dan kesifatanNya…
bahwa Ia kan selalu ada….
bersama…
keKhalikan kita…
gwar…9 4 09
Posted in doa, filosofi
Tags: puisi khalik, puisi religius. puisi spiritual, puisi tuhan
•May 15, 2012 •
Leave a Comment
terdengar panggilan semilir angin malam…
bergidik berdiri segalanya…
menerpa gerah akan terbitnya kelam…
menyapaku hmmm….wahai sahaja…
kujawab…
bagaimana terkabar pada pohon itu…
baik-baik sahaja…
hidupkan asap rokokmu aku ingin makan…
terpana membelalak mata..
pada tubuh yang tak jadi pula…
maka tidurlah wahai sayang…
sudahkah kau sembahyang…
bahwa ia ciptakan segalanya…
untukmu sayang…
semilir angin malam…
berbisik sepi pada tergeliat dalamnya hati…
gwar…2009
Posted in agama, doa, filosofi
Tags: puisi dunia, puisi religius, puisi spritual, puisi tuhan
Recent Comments